You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Dukuh

Kec. Ibun, Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat
Info
CEGAH PENULARAN COVID-19 DENGAN 5M (MEMAKAI MASKER, MENJAGA JARAK, MENJAUHI KERUMUNAN, MENGURANGI MOBILITAS & INTERAKSI)

KESET TENUN PELANGI


Keset berbahan baku limbah pabrik memiliki kekuatan dan penampilan yang tidak kalah bersaing dengan yang berbahan baku non-limbah. Bahan bakunya berupa pinggiran kain yang sudah dibuang oleh industri garmen dan disebut tali. Tali yang sudah terkumpul dan dipisah menurut jenis warna dan jenis kainnya kemudian diproses tenun dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin yang disebut Tustel. Untuk memberi ikatannya digunakan bahan yang disebut Lusi. Untuk pekerja yang sudah mahir dapat menghasilkan produk keset sebanyak 3 kodi atau sejumlah 90 keset per hari atau sekitar 72 kodi perbulan.
Mungkin sebagian orang merasa barang seperti itu gak begitu penting. Tapi, jelas barang ini memiliki manfaat besar. Keset kaki. Ya, selembar kain dengan macam-macam bahan yang biasanya diletakkan di depan pintu kamar mandi atau pintu rumah itu memikul fungsi besar dalam hal menjaga kebersihan rumah atau ruangan kita dari kotoran yang menempel di kaki atau alas kaki kita. Sekilas kadang keset kaki terlupakan dalam list belanja rumah tangga kita. Tapi setidaknya kita hanya perlu satu keset saja untuk kaki kita. Di Kecamatan Ibun  ini memang banyak berdiri usaha keset berskala rumahan, daerah ini terletak berdekatan dengan wilayah industri Majalaya sehingga memungkinkan akan ketersediaan bahan baku limbah pabrik untuk usaha keset mereka walaupun terkadang bahan baku ini harus didatangkan dari luar daerah Majalaya karena harga yang dianggap lebih murah atau karena faktor stock yang terbatas.

Kelompok Usaha Keset Tenundi Desa Dukuh sudah berdiri sejak tahun 2012 dengan jumlah pengurus dan anggota sebanyak 21 orang. Kelompok Usaha Keset Tenun Nadzifa Houseware saat ini baru dapat memproduksi keset Tenun sekitar 200 Kodi per minggu atau 800 kodi perbulan. Saat ini anggota kelompok masih menjadikan usaha keset tenun ini sebagai sampingan usaha mengingat kemampuan kelompok dalam memasok bahan baku yang sangat terbatas. Harapan kami usaha ini bisa berkembang dan menjadi usaha prioritas bagi masyarakat khususnya Desa Dukuh. Kami sampaikan juga bahwa market / pangsa pasar keset tenun hasil produksi kami sudah mencapai ke daerah Jakarta, Pulau Sumatera dan Kalimantan bahkan pernah ekspor sampai ke Amerika Serikat.

Bagikan artikel ini:
Komentar