Artikel
PMT dan Manfaatnya
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.
Pemberian Makanan Tambahan adalah program intervensi bagi balita yang menderita kurang gizi dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilakukan kepada ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronik (KEK). Identifikasi dilakukan dengan cara mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA) dan dinyatakan berisiko apabila LILA kurang dari 23,5 cm. Ibu yang mengalami KEK berisiko untuk melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR). Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil KEK diberikan Makanan Tambahan Ibu Hamil.
Sementara itu, PMT Balita diberikan pada balita kurus usia 6-59 bulan yang indikator Berat Badan (BB) menurut Panjang Badan (PB)/Tinggi Badan (TB) kurang dari minus 2 standar deviasi (<- 2 SD) yang tidak rawat inap dan tidak rawat jalan.
PMT ada dua macam, yaitu PMT pemulihan dan PMT penyuluhan. Dari dua jenis pemberian makanan tambahan ini tidak pernah disebut jenis atau merek tertentu. Yang jelas boleh dari makanan lokal dan boleh dari jenis makanan pabrik. Namun keduanya disyaratkan memenuhi energi, protein, dan lemak dalam jumlah tertentu sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis PMT Berbahan Pangan Lokal untuk balita dan ibu hamil.
Misalnya, untuk ibu hamil kekurangan energi kronis, PMT nya terdiri dari makanan pokok (nasi), lauk hewani seperti ayam/ikan/daging/telur, sayur, buah, dan lemak. Untuk anak usia 12-24 bulan bisa berupa biskuis yang jumlah per sajinya mengandung 29 gr karbohidrat total, 2 gr serat pangan, 8 gr gula, dan 120 mg natrium

